Saat Cahya diare
Memang sangat sensitif bagi Cahya. Jika ada sesuatu yang tidak beres dengan makanan, perutnya langsung bereaksi. Saat ini Cahya masih colostomy (BAB dari sisi perut). Awalnya BAB tersebut agak lembek, terus mencair dan selanjutnya betul-betul air yang keluar. Pengalaman menjaga Cahya saat diare adalah memberi larutan Oralit sesegera mungkin, namun kali ini beda. Setiap volum cairan yang masuk, berselang detik kemudian keluar lagi dari sisi perutnya. Badannya lemas, benar-benar tiada daya. Gerangan apa harus dilakukan. Tiga malam dalam observasi, Ayah dan Bunda lalu memutuskan untuk membawa ke rumah sakit. Cahya harus diinfus, meskipun tahu bagaimana keadaan Cahya kemudian…
Namun, Allah memberi jalan lain. Diare nya berubah dari cair menjadi agak cair dan berampas. Makanan yang masuk mulai bisa diserap tanpa langsung keluar. Kantong BAB bisa bertahan lebih lama karena tidak dirembesi oleh cairan BAB. Iritasi disisi stoma tersebut mulai mengering. Cahya sayang, engkau memang sungguh amanah Allah untuk Ayah dan Bunda. Sampaikan salam kami untuk Dia. Ampuni kesalahan-kesalahan kami yang belum mampu memberi sesuatu Terbaik untuk mu.
Saat ini, yang tepat untuk Cahya saat diare adalah oralit, juga kekuatan Ayah dan Bunda menjaganya.

Assalamualaikum Wr. Wb.
Meuah lon lake wahe syedara, baroe jinoe lon teupu haba.
Semoga selalu dalam lindungan Allah dan selalu mendapat limpahan Rahmat NYA.
waalaikumsalam ww
Terima kasih Om Adi, Cahya memang keadaannya ‘lemah’ sejak lahir, Alhamdulillah selalu dalam perawatan dari ayah bundanya. Amiin.